Pages

Jumat, 28 Januari 2011

Gudang Pabrik Perusahaan

 Pengertian Umum
Dalam penyusunan perencanaan letak fasilitas produksi, perencanaan gudang pabrik seharusnya dipersiapkan dengan baik. Karena gudang perusahaan akan tersebar, baik di dalam pabrik yang didirikan maupun yang berada yang di luar pabrik. Sehubungan dengan perencanaan gudang pabrik ini, maka manajemen perusahaan yang bersangkutan sebaiknya dapat mengumpulkan berbagai macam informasi yang akan berhubungan dengan perencanaan gudang tersebut. Adapun beberapa informasi ini antara lain adalah jumlah unit bahan baku yang akan dibeli, periode pembelian bahan, waktu tunggu, tingkat produksi yang akan digunakan, kebijaksanaan persediaan yang akan dipergunakan baik untuk persediaan bahan baku, barang setengah jadi maupun barang jadi, peralatan produksi yang perlu disimpan di dalam gudang pabrik, dan lain sebagainya.
            Secara umum, perencanaan gudang pabrik di dalam suatu perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:
a.       Gudang bahan baku
Gudang bahan baku atau gudang bahan mentah adalah tempat penyimpanan bahan baku atau bahan metah yang akan dipergunakan untuk proses produksi dalam pabrik oleh perusahaan yang bersangkutan. Banyaknya jumlah gudang bahan baku dalam masing-masing pabrik akan dipengaruhi oleh dua hal, yang pertama adalah banyak atau sedikitnya jenis bahan baku yang dipergunakan oleh perusahaan untuk keperluan proses produksinya, yang kedua adalah apakah masing-masing bahan baku dapat disimpan secara bersama-sama didlam gudang atau tidak. Banyak sedikitnya jumlah bahan baku yang akan disimpan di dalam gudang perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tingkat penggunaan bahan baku untuk proses produksi, jumlah persediaan besi (safety stock) yang dipergunakan perusahaan, besarnya jumlah pembelian yang paling ekonomis, dana yang disediakan oleh perusahaan untuk investasi di dalam bahan baku, serta kebijaksanaanpersediaan bahan yang dipergunakan di dalam perusahaan.
b.      Gudang barang setengah jadi
Pada umumnya di dalam pelaksanaan proses produksi selalu terdapat bahan-bahan yang sudah mulai masuk kedalam proses produksi dalam perusahaan, namun belum dapat diselesaikan menjadi barang jadi. Barang setengah jadi ini tidak dapat dikategorikan sebagai bahan baku, atau barang jadi, sehingga diperlukan cara dan tempat penyimpanan secara tersendiri di luar bahan baku dan barang jadi. Dalam perusahaan yang menggunakan proses produksi terus-menerus, dimana mesin dan peralatan produksi yang digunakan oleh perusahaan adalah bersifat khusus, persoalan barang setengah jadi ini kadang-kadang tidak sempat terlihat di dalam pabrik. Hal ini disebabkan karena barang setengah jadi ini akan tertempel atau terikat pada mesin dan peralatan produksi yang digunakan perusahaan. Namun berbeda bila perusahaan menggunakan proses produksi terputus-putus, di mana mesin dan peralatan produksi yang digunakan bersifat umum. Barang setengah jadi tidak selalu terikat atau tertempel dalam mesin dan peralatan produksi yang digunakan perusahaan. Maka untuk kemudahan dalam pengawasan, proses produksi dilaksanakan sampai tingkat penyelesaian tertentu, baru diselesaikan menjadi produk akhir di kemudian hari.
c.       Gudang barang jadi
Gudang barang jadi merupakan gudang yang disiapkan oleh perusahaan untuk menyimpan barang jadi atau produk akhir dari perusahaan. Umunya semua perusahaan sudah mempersiapkan gudang barang jadi ini. Namun yang perlu mendapatkan perhatian adalah penentuan seberapa besar atau luas gudang yang akan  digunakan untuk menyimpan barang jadi, serta syarat apa saja yang diperlukan bagi penyiapan gudang tersebut.

2.      Metode Penyimpanan
Gudang pabrik tidak selalu tertutup, dapat dimungkinkan terdapat gudang pabrik yang terbuka. Gudang terbuka ini dapat digunakan untuk menyimpan bahan atau barang yang diperkirakan tidak mudah rusak oleh perubahan cuaca atau mungkin sebagai tempat penyimpanan yang jangka waktunya sangan pendek.
Adapun metode penyimpanan yang dibicarakan di sini adalah metode penyimpanan yang berada dalam ruangan tertutup atau di dalam sebuah bangunan gedung. Beberapa metode yang dapat digunakan, antara lain:
a.       Kotak
Penyimpanan dengan menggunakan kotak pada umumnya dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan yang mempunyai bahan-bahan atau barang-barang yang perlu disimpan dalam bentuk dan ukuran yang relatif kecil. Bentuk dari bahan atau barang dapat beraneka ragam. Untuk masing-masing bahan atau barang tersebut dapat disediakan kotak-kotak tersendiri. Sebagai contoh dari bahan-bahan atau barang antara lain bahan dan peralatan elektronik (transistor, kapasitor, dan lain sebagainya), suku cadang kendaraan bermotor (busi, ring, mur, baut, dan lain sebagainya), dan lain sebagainya.
b.      Papan rak
Apabila bahan-bahan atau barang yang disimpan di dalam gudang tersebut merupakan bahan atau barang degan ukuran yang agak besar maka penggunaan kotak untuk penyimpanan menjadi tidak cocok lagi. Untuk melakukan penyimpanan tersebut maka diperlukan rak yang lebih besar kemudian disusus atas papan rak yang disediakan. Papan rak ini dapat dibuat dari kayu maupun besi. Jika menggunakan kerangka besi akan terdapat kemudahan untuk mengatur tinggi dan rendahnya masing-masing rak tersebut karena sudah disediakan beberapa alternatif ketinggian papan. Hal ini akan sangat menguntungkan karena tinggi rendahnya papan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.  
c.       Rak
Pada umumnya rak ini akan berguna untuk menyimpan bahan atau barang yang mempunyai ukuran yang kecil tetapi panjang. Sebagai contoh misalnya untuk menyimpan pipa , besi plat dan lain sebagainya. Penyimpanan menggunakan rak ini agak berbeda dengan papan rak karena bahan atau barang yang akan disimpan cukup diatur di atasnya tanpa mempergunakan alat lain, sedangkan di papan rak diperlukan kotak-kotak untuk penyimpanan bahan tersebut.
Agar penyimpanan dengan mempergunakan rak ini dapat dilaksanakan dengan baik, bahan atau barang yang disimpan hendaknya dikelompokkan dengan ukuran panjang dan besar yang sama. Panjang dari rak yang akan dipergunakan untuk penyimpanan ini akan disesuaikan dengan panjang masing-masing kelompok bahan atau barang tersebut.
d.      Susunan atas Rak
Bahan atau barang seperti kertas, buku, barang-barang yang dibungkus dengan kotak pembungkus dapat disimapan dengan susunan atas rak. Besarnya daya tahan bahan atau barang tersebut terhadap berat beban di atasnya dapat disesuaikan dengan tingginya susunan masing-masing bahan tersebut. Untuk mengatasi hal ini maka pada setiap ketinggian tertentu dipasang papan rak yang akan dipergunakan sebagai dasar untuk masing-masing susunan ini.
 
3.      Pertimbangan dalam Perencanaan Gudang Pabrik
Dalam penyusunan perencanaan gudang pabrik, perlu dipertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:
a.       Penyimpanan Terpusat atau Terpisah
Dalam kebijaksanaan penyimpanan barang-barang atau bahan-bahan dalam perusahaan dikenal dua macam cara, yaitu terpusat dan terpisah. Masing-masing cara mempunyai kelebihan sendiri-sendiri sehingga perusahaan akan dapat memilih cara yang mana yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang bersangkutan. Beberapa kelebihan dari penyimpanan terpusat antara lain :
1.      Kemudahan menyusun perencanaan produksi.
2.      Kemudahan mengendalikan persediaan yang ada.
3.      Kemudahan mengendalikan kualitas bahan.
Sedangkan kelebihan penyimpanan terpisah antara lain:
1.      Kemudahan penegcekan terhadap barang yang disimpan.
2.      Kemudahan pengaturan penyimpanan.
3.       Efisiensi penggunaan gudang dengan baik.
b.      Ventilasi dan Pertukaran Udara
Dalam perencanaan gudang pabrik, manajemen perusahaan tersebut seharusnya mempersiapkan gudang pabrik dengan ventilasi dan pertukaran udara yang cukup. Hal ini akan sangat berpengaruh pada bahan-bahan maupun barang-barang yang ada dalam gudang pabrik, serta terhadap karyawan perusahaan yang bekerja dalam gudang tersebut. Dalam pengaturan bahan atau barang yang disimpan, diusahakan agar karyawan dapat berjalan dengan mudah serta pemindahan bahan atau barang dapat dilaksanakan dengan mudah, sehingga dapat meningkatkan produktivitas. 

Perencanaan Teknis



Untuk mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi dalam penjualan produk, maka diperlukan penekanan harga pokok produksi. Penekanan harga pokok produksi ini harus mendapat dukungan dari teknis produksi yang memadai. Jadi dalam penyusunan sistem produksi untuk suatu perusahaan, perencanaan teknis dalam perusahaan tidak dapat diabaikan begitu saja.
Perencanaan teknis merupakan kegiatan merencanakan atau mendesain produk, yakni tentang bentuk dan ukuran, fungsi, cara pembuatan, teknologi dan luas perusahaan serta perencanaan pendahuluan. Jadi ada berbagai macam permasalahan yang perlu untuk diselesaikan di dalam penyusunan perencanaan teknis dalam suatu perusahaan, beberapa hal yang penting diantaranya adalah desain bentuk dan ukuran produk, desain fungsi produk, desain pembuatan produk, teknologi dan luas perusahaan, serta perencanaan pendahuluan.

A.    Desain Bentuk dan Ukuran Produk
Bentuk dan ukuran produk yang serasi serta sesuai dengan selera konsumen akan lebih cepat dan mudah terjual dari pada bentuk dan ukuran produk yang tidak disukai konsumen. Maka dari itu diperlukan peran yang cukup dari bagian penelitian dan pengembangan produk yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan. Hasil penelitian ini merupakan masukan yang penting dan sangat besar pengaruhnya dalam pengembangan produk pada suatu perusahaan.
Penyusunan desain bentuk dan ukuran produk, di samping faktor teknis juga memerlukan unsur seni, jadi diperlukan adanya pengetahuan dasar teknis dan arsitektur yang memadai. Unsur estetis dapat mempengaruhi selera konsumen karena produk yang mempunyai nilai estetis dapat mengundang minat konsumen untuk membeli produk yang bersangkutan. Namun jika hanya unsur estetika saja yang dipertimbangkan, tanpa memperhatikan unsur teknis, maka kemungkinan besar unsur teknis dari produk akan berkurang. Jadi kedua aspek tersebut haruslah selalu beriringan.
Kualitas produk termasuk dalam penyusunan desain bentuk dan ukuran produk. Kualitas produk merupakan suatu jumlah dari atribut yang dimiliki oleh produk yang bersangkutan. Antara satu produk dengan produk yang lain akan mempunyai titik berat yang berbeda tergantung pada fungsi dari produk yang bersangkutan. Jadi, diperlukan masukan dari desain fungsi untuk produk perusahaan tersebut.
Standarisasi dalam penyusunan desain bentuk dan ukuran produk merupakan suatu acuan bagi perusahaan untuk memproduksi suatu produk. Produk yang tidak sesuai dengan standar pasar bebas, biasanya akan kurang diminati oleh konsumen. Penerapan standarisasi ini tidak harus selalu mengikuti pasar, namun dapat bervariasi. Standar yang berbeda harus didukung dengan ketersedian suku cadang atau hal-hal yang menunjang  dari produk tersebut, sehingga tidak menyulitkan konsumen.
Penyusunan desain bentuk dan ukuran produk erat kaitannya dengan pemilihan warna dari produk yang diproduksi. Variasi warna dapat dipergunakan sebagai unsur penunjang estetika dari produk. Dengan paket warna yang menarik maka akan meningkatkan selera konsumen untuk menggunakan suatu produk tersebut.

B.     Desain Fungsi Produk
Fungsi dari produk dapat diserasikan dengan kebutuhan konsumen. Penyusunan desain fungsi dari produk akan berhubungan erat dengan masalah teknis dari produk yang bersangkutan. Desain fungsi ini tidak hanya terbatas kepada produk yang besar dan komplek, melainkan juga diperlukan pada produk yang sederhana. Betapapun sederhananya produk, jika fungsi produk yang bersangkutan tidak berfungsi sebagaimana yang telah direncanakan, maka produk tersebut tidak akan berguna lagi. Sebagai akibatnya produk ini akan ditinggalkan oleh konsumen.
Berkaitan dengan kegiatan penelitian dan pengembangan produk, maka dalam hubungannya dengan desain fungsi, maka beberapa perusahaan sering mengembangkan fungsi dari produk yang telah dihasilkan. Dengan demikian, penelitian dan pengembangan produk di samping mengadakan perubahan dan pembaharuan dari desain bentuk dan ukuran produk juga akan mengadakan perubahan atau penambahan desain fungsi dari produk yang dihasilkan.
  
C.    Desain Pembuatan Produk
Produk yang akan diproduksi oleh perusahaan dapat didesain untuk memenuhi segala fungsi yang diperlukan, dengan menggunakan desain bentuk dan ukuran produk yang baik dan segala kelengkapan yang lain dari produk yang bersangkutan. Desain pembuatan produk berhubungan erat dengan rencana perusahaan tentang pemilihan teknologi yang digunakan serta luas perusahaan yang dikehendaki. Sesuai dengan sifat dari masing-masing produk yang diproduksi, terdapat beberapa produk yang mempunyai ketergantungan sangat tinggi terhadap peralatan produksi yang digunakan perusahaan tetapi juga terdapat beberapa produk di mana tingkat ketergantungan terhadap peralatan dan fasilitas produksi dalam perusahaan tidak sedemikian tinggi.
Perusahaan yang menggunakan mesin dan peralatan produksi yang merupakan mesin-mesin khusus, dalam pelaksanaan proses produksi mempunyai ketergantungan yang sangat tinggi pada mesin dan peralatan yang digunakan perusahaan. Karyawan bertindak sebagai operator mesin, sedangkan proses produksi dilaksanakan sebagian besar oleh mesin dan peralatan produksi. Dalam perusahaan semacam ini, karyawan akan banyak bekerja untuk mengadakan pelayanan terhadap mesin-mesin perusahaan, sedangkan proses produksi sebagian besar dilaksanakan oleh mesin dan peralatan produksi perusahaan.
Berbeda dengan perusahaan yang menggunakan mesin-mesin yang bersifat umum, di mana sebuah mesin dapat digunakan untuk memproses berbagai macam jenis produk. Hal ini dikarenakan mesin dan peralatan produksi tidak disiapkan untuk memproduksi produk-produk yang khusus, melainkan digunakan untuk memproduksi beberapa jenis produk dengan mesin yang sama. Sehingga kecermatan dari bentuk, ukuran dan beberapa hal lain dari produk yang diproduksi sedikit banyak tergantung pada karyawan langsung yang menangani pelaksanaan produksi dari produk tersebut.
Beberapa ciri dari penggunaan mesin dan peralatan produksi yang bersifat khusus antara lain:
  1. Pada umumnya akan menghasilkan produk dalam jumlah yang sangat besar, tetapi variasi produk sangat kecil.
  2. Produk yang dihasilkan merupakan produk-produk standar.
  3.  Aliran proses produksi yang terjadi selalu sama, karena ditentukan oleh mesin-mesin dan peralatan produksi yang digunakan perusahaan.
  4. Penyusunan letak fasilitas produksi didasarkan atas urutan proses produksi dikarenakan keluaran (output) dari suatu mesin pasti menjadi masukan (input) untuk mesin lain.
  5. Karyawan atau operator yang diperlukan adalah yang telah dilatih khusus untuk melayani mesin dan peralatan tersebut.
  6. Kerusakan sebuah mesin akan berakibat adanya kemacetan proses produksi secara keseluruhan, maka diperlukan ahli pemeliharaan mesin yang dapat dipercaya kemampuannya sehingga kemungkinan kemacetan mesin dan peralatan dapat ditekan serendah-rendahnya.

Jika perusahaan dalam menyusun desain pembuatan produk menggunakan mesin dan peralatan produksi yang bersifat khusus, selayaknya mempertimbangkan berbagai macam ciri-ciri  penggunaan mesin dan peralatan produksi tersebut. Namun jika manajemen perusahaan merasa penggunaan mesin dan perlatan yang bersifat khusus tidak sesuai dengan perusahaannya dapat menemukan pilihan yang lain dengan menggunakan mesin dan peralatan produksi yang bersifat umum. Adapun ciri-ciri dari penggunaan mesin dan peralatan yang bersifat umum antara lain:
  1. Perusahaan dapat menghasilkan produk dengan variasi produk sangat besar jika dibandingkan dengan jumlah unit produk yang diproduksi perusahaan.
  2. Produk yang dihasilakan mempunyai standar yang beraneka ragam, baik standar bentuk, warna, ukuran maupun kualitas dari produk perusahaan.
  3. Pola pelaksanaan produksi mempunyai variasi yang cukup besar dan kemungkinan  berbeda dengan urutan pelaksanaan proses produk suatu produk yang lain.
  4. Umumnya penyusunan letak mesin dan peralatan produksi didasarkan pada kesamaan fungsi dan kegunaan dari masing-masing mesin dan peralatan yang digunakan perusahaan.
  5. Karyawan lebih baik dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup mengenai proses produksi dan produk yang diproduksi karena memiliki pengaruh yang cukup besar.
  6.  Jika terjadi kemacetan proses produksi tidak berakibat adanya kemacetan penyelesaian proses produksi secara keseluruhan karena pola produksi yang tidak pasti. Namun bukan berarti perusahaan akan mentoleransi adanya berbagai macam kemacetan dalam proses produksi pada masing-masing bagian.
  7. Adanya berbagai macam pekerjaan dalam sutau mesin, serta jumlah variasi produk yang tinggi, selayaknya jika manajemen perusahaan melakukan pengendalian proses dengan cermat dan teliti.
  8. Dengan variasi produk yang cukup tinggi, maka perencanaan untuk persediaan bahan baku dalam jumlah yang tinggi begitu pula dengan persediaan setengah jadi.
  9.  Pemindahan barang baku, bahan setengah jadi maupun barang jadi dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia maupun tenaga mesin seperti kereta dorong dan traktor industri. Dalam pelaksanaan proses produksinya sering terjadi proses ulangan sehingga diperlukan ruangan yang cukup besar agar pelaksanaannya tidak mengalami gangguan.
Baik mesin dan peralatan yang bersifat umum maupun khusus masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri. Dalam penyusunannya, manajemen perusahaan akan mengadakan pemilihan jenis mesin sesuai dengan produk perusahaan. Sehingga pelaksanaan kegiatan produksi dalam perusahaan dapat dilaksanakan dengan tingkat efisiensi dan efektifitas yang tinggi yang nantinya diharapkan perusahaan dapat menekan harga pokok produksi serendah-rendahnya sehingga harga penjualan produk perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan yang memproduksi jenis produk yang sama.

D.    Teknologi dan Luas Perusahaan
Pemilihan teknologi yang akan dipergunakan dalam perusahaan, memerlukan beberapa pertimbangan yang teliti dan dilakukan dengan sebaik-baiknya karena pemilihan teknologi yang digunakan ini akan menyangkut beberapa aspek penting dalam pelaksanaan operasi produksi. Kegiatan produksi, penyerahan bahan baku, kebutuhan tenaga kerja serta kualitas produk perusahaan akan merupakan variabel-variabel yang selalu terkait dengan teknologi yang digunakan.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat jika tidak diikuti atau dipantau, serta melakukan analisis pada teknologi yang ada, perusahaan akan ketinggalan atau mendapatkan dampak negatif yang cukup besar karena terjadi kesalahan dalam pemilihan teknologi yang dipergunakan dalam perusahaan yang bersangkutan.
Pemilihan mesin-mesin dan peralatan produksi yang akan digunakan perusahaan perlu mempertimbangkan seberapa luas perusahaan yang telah direncanakan oleh manajemen perusahaan yang bersangkutan. Luas perusahaan merupakan besarnya kapasitas yang terpasang dalam suatu perusahaan. Besarnya kapasitas yang terpasang ini akan mempengaruhi pemilihan tipe mesin-mesin dan peralatan produksi yang akan digunakan, sehingga tidak akan timbul keluhan atau inefisiensi pelaksanaan kegiatan produksi yang disebabkan oleh adanya kesenjangan yang terlalu besar antara kapasitas yang disediakan dengan yang digunakan.
Kapasitas produksi yang telah direncanakan oleh manajer akan digunakan dengan teliti untuk memilih mesin dan peralatan yang akan digunakan dalam perusahaan. Dengan demikian kesenjangan antara kapasitas produksi yang terpasang dengan kapasitas produksi yang digunakan dalam perusahaan menjadi tidak begitu besar.
Masalah pemilihan teknologi yang digunakan serta luas perusahaan yang direncanakan, terdapat di dalam seluruh bidang usaha yang ada, dari proses produksi yang paling sederhana sampai dengan proses produksi yang cukup komplek. Bidang usaha yang satu akan mempunyai permasalahan yang berbeda dengan bidang yang lain, pemilihan teknologi serta penetuan luas perusahaan dapat disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Jika masalah ini tidak dapat diselesaikan, maka dengan penggunaan teknologi yang tepat serta perencanaan kapasitas yang tepat pula, akan diharapkan adanya penyelesaian kegiatan produksi dalam suatu perusahaan dengan efektif dan efisien.

E.     Perencanaan Pendahuluan
Perencanaan pendahuluan merupakan perencanaan yang disusun jauh sebelum suatu proses produksi dilaksanakan oleh perusahaan. Perencanaan pendahuluan sering disebut dengan perencanaan dini, pra perencanaan, atau early planning. Perencanaan ini disusun untuk menentukan produk apa yang dapat diproduksi sampai dengan produk tersebut benar-benar dapat diproduksi oleh perusahaan. Dengan demikian perencanaan ini akan menyangkut penelitian produk, masalah teknis produksi, produksi percobaan sampai dengan produksi untuk memenuhi permintaan konsumen.
Perencanaan pendahuluan akan menyangkut beberapa aspek dan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap-tahap yang akan dilalui dalam perencanan pendahuluan akan berhubungan dengan komplek tidaknya produk yang akan dihasilkan, sehingga jumlah tahap serta kegiatan yang dilakukan pada masing-masing tahap akan berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Namun perencanaan pendahuluan yang disusun oleh perusahaan setidak-tidaknya akan memiliki lima tahap seperti bagan.
                  Bagan Tahap Perencanaan Teknis Pendahuluan
  1. a     Tahap pertama
        Rencana untuk memiliki produk baru berada di bagian penelitian produk. Ide untuk menciptakan produk baru bisa berasal dari dalam perusahaan atau luar perusahaan. Dari dalam misalnya penyempurnaan produk yang sudah ada, pemanfaatan limbah dari bahan baku perusahaan, pemanfaatan mesin dan peralatan produksi dan lain sebagainya. Ide dari luar perusahaan bisa diperoleh dari perkembangan iptek, suara konsumen, pendapat ahli, penyalur, grosir, dan lain sebagainya.
    b.      Tahap kedua
          Pada tahap kedua, bagian penelitian dan pengembangan produk bekerja sama dengan bagian produksi untuk menyusun perencanaan kegiatan produksi. Desain bentuk dan ukuran produk, desain fungsi produk serta teknologi yang direncanakan untuk dipergunakan perusahaan untuk memproses produk baru dibahas dengan labih teliti, sehingga nantinya akan dapat diperoleh gambaran yang jelas tentang pelaksanaan proses produksi produk baru.
    c.       Tahap ketiga
         Pada tahap ketiga, bagian produksi (dengan dibantu bagian yang lain atau ditentukan secara khusus) akan mengadakan persiapan-persiapan yang lebih matang dalam pelaksanaan proses produksi. Bahan baku yang digunakan, tenaga kerja langsung yang dibutuhkan, mesin dan peralatan yang dibutuhkan, dan sebagainya akan lebih diperhitungkan.
    d.      Tahap keempat
        Tahap keempat mrupakan tahap pelaksanaan proses produksi percobaan yang kemudian diadakan evaluasi dari pelaksanaan proses produksi percobaan tersebut. Kelebihan dan kekurangan yang ada akan digunakan sebagai masukan untuk melakukan perbaikan, sehingga proses produksi percobaan akan dapat berhasil dengan memuaskan.
    e.       Tahap kelima
         Tahap terakhir atau tahap kelima adalah melaksanakan proses produksi untuk memenuhi permintaan konsumen. 
Dari uaraian yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa perencanaan pendahuluan disusun jauh sebelum proses produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Selanjutnya pada setiap periode akan disusun perencanaan produksi yang akan meliputi jumlah dan jenis produk yang akan diproduksi beserta bahan baku, tenaga kerja, mesin dan peralatan, serta waktu yang digunakan dalam proses produksi. 

Kamis, 27 Januari 2011

Rekruitmen Setingkat SMU/SMK PLN 2011

Jabatan tersebut dikategorikan sebagai Tenaga Pelaksana dengan usia pensiun 45 tahun dan Jaminan Sosial
dikelola oleh Lembaga Asuransi yang bekerjasama dengan perusahaan. Penempatan di wilayah kerja regional
Lampung dan tidak dapat dipindahkan ke wilayah kerja lain (not transferable).
· Persyaratan Umum Peserta
a. JENIS KELAMIN LAKI-LAKI.
b. TELAH LULUS SMU/SMK MAUPUN YANG MASIH DUDUK DI TINGKAT AKHIR.
c. NILAI YANG DIGUNAKAN SEBAGAI SYARAT SISWA YANG BELUM LULUS ADALAH NILAI RAPOR MATEMATIKA
DAN FISIKA MINIMAL 7. SEDANGKAN UNTUK SISWA YANG SUDAH LULUS, NILAI NEM MINIMAL 6.
d. KELAHIRAN TAHUN 1991 DAN SETELAHNYA.
e. BELUM PERNAH MENIKAH DAN BERSEDIA TIDAK MENIKAH SELAMA MASA PENDIDIKAN PRAJABATAN.
f. BERBADAN SEHAT, TINGGI BADAN MINIMAL 160 CM, BMI ≤ 30, TIDAK BUTA WARNA, TIDAK RABUN MALAM,
MAKSIMUM MINUS 2 DAN TIDAK SILINDRIS DAN TIDAK MENDERITA EPILEPSI.
g. TIDAK MEMPUNYAI KETUNAAN FISIK YANG DAPAT MENGHAMBAT AKTIVITAS DALAM BEKERJA.
h. TIDAK MEROKOK DAN SANGGUP UNTUK TIDAK MEROKOK DI LINGKUNGAN KERJA PLN.
i. PELAMAR BOLEH MEMILIH 1 ATAU 2 PILIHAN LOWONGAN JABATAN, DENGAN SUSUNAN PRIORITAS 1 DAN 2.
· Dokumen Lamaran melampirkan
1. FOTOKOPI KTP/SIM YANG MASIH BERLAKU.
2. FOTOKOPI AKTE KELAHIRAN/SURAT KENAL LAHIR YANG TELAH DILEGALISIR.
3. FOTOKOPI IJAZAH ATAU SURAT KETERANGAN LULUS, RAPOR DAN UN YANG TELAH DILEGALISIR, UNTUK YANG BELUM LULUS CUKUP FOTOKOPI RAPOR YANG DILEGALISIR.
4. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.
5. SURAT PERNYATAAN DIATAS MATERAI Rp 6.000,- YANG MENYATAKAN BAHWA TIDAK TERLIBAT DALAM PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA DAN TIDAK TERLIBAT TINDAKAN KRIMINAL.
6. SURAT PERNYATAAN DIATAS MATERAI Rp 6.000,- YANG MENYATAKAN BERSEDIA BEKERJA SEBAGAI TENAGA
PELAKSANA SERTA BERSEDIA DITEMPATKAN DI SELURUH WILAYAH KERJA PLN REGIONAL LAMPUNG.
7. SURAT KETERANGAN SEHAT DAN TIDAK BUTA WARNA.
8. SURAT KETERANGAN BELUM MENIKAH DARI KELURAHAN.
9. PAS FOTO UKURAN 4 X 6 BERWARNA SEBANYAK 3 LEMBAR.
10. PADA BAGIAN KIRI ATAS AMPLOP DITULIS KODE JABATAN YANG DITUJU, MISAL TEKDIS ATAU 1. TEKDIS, 2. OPDIS (BAGI YANG MEMILIH 2 PILIHAN).

· SURAT LAMARAN DITUJUKAN KEPADA : KONSULTAN REKRUTMEN PO BOX 120 BDLU 35145
· WAKTU PENDAFTARAN : 26 JANUARI 2011 S/D 13 FEBRUARI 2011 (CAP POS)
untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi:

 

Copyright © Reference. Template created by Volverene from Templates Block
lasik surgery new york and cpa website solutions
WP theme by WP Themes Expert