Pages

Jumat, 28 Januari 2011

Kondisi Kerja

1.        Pengertian Umum
Kondisi kerja di dalam pabrik yang didirikan oleh perusahaan merupakan faktor yang cukup penting dalam pelaksanaan proses produksi yang dilaksanakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Yang dimaksud dengan kondisi kerja adalah kondisi yang dapat dipersiapkan oleh manajemen perusahaan yang bersangkutan pada pabrik yang didirikan oleh perusahaan. Sejalan dengan pendirian pabrik ini, manajemen perusahaan selayaknya bila mempertimbangkan kondisi kerja karyawan yang tepat sehingga para karyawan perusahaan dapat bekerja dengan baik.
Perencanaan kondisi kerja ini akan dilaksanakan selaras dengan perencanaan layout pabrik yang didirikan, oleh karena kondisi kerja ini erat hubungannya dengan layout pabrik yang didirikan perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi kerja banyak sekali, terutama persyaratan teknis dari pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan. Mesin dan peralatan produksi berikut persyaratan teknisnya akan ikut serta menentukan kondisi kerja di dalam perusahaan, demikian juga dengan metode pengawasan karyawan yang dilaksanakan dalam perusahaan akan mempengaruhi kondisi kerja. Sehingga tujuan untuk merencanakan kondisi kerja dalam perusahaan akan sejalan dengan tujuan dari perencanaan lingkungan kerja pada umunya, yaitu terdapatnya tingkat produktivitas karyawan perusahaan cukup tinggi.
Beberapa macam kondisi kerja yang dapat dipersiapkan oleh manajemen perusahaan adalah penerangan, suhu udara, suara bising, penggunaan warna, ruang gerak yang diperlukan serta keamanan kerja dalam perusahaan. Masing-masing jenis kondisi kerja ini perlu dipersipkan dan direncanakan dengan baik oleh manajemen perusahaan, sehingga diperoleh kenyamanan kerja yang memadai bagi para karyawan yang bekerja di dalam perusahaan.
2.        Penerangan
Penerangan dalam kondisi kerja adalah cukupnya sinar yang masuk di dalam ruang kerja masing-masing karyawan perusahaan. Penerangan untuk ruang kerja merupakan faktor yang cukup penting dalam kaitannya dengan peningkatan produktivitas kerja dari perusahaan, sehingga para karyawan akan terdorong untuk bekerja dengan lebih baik dan hasil kerja yang diperoleh perusahaan akan menjadi lebih baik. Penerangan yang tidak memadai akan mengakibatkan para karyawan tidak jelas dalam melihat dan mengamati pekerjaan yang dilaksanakannya, dimana hal ini akan memperbesar tingkat kesalahan kerja dari para karyawan. Tepat tidaknya obyek yang dilihat oleh para karyawan juga akan dipengaruhi oleh penerangan ini. Sehingga semakin jelas bahwa penerangan yang cukup pada tempat kerja karyawan akan sangat membantu karyawan dalam usaha peningkatan produktivitas kerja karyawan, perbaikan kualitas kerja dan hasil kerja, peningkatan keamanan kerja dalam proses produksi serta keberhasilan pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan.
Adapun beberapa keuntungan yang akan dapat diperoleh dengan pelaksanaan sistem penerangan yang tepat bagi perusahaan, antara lain sebagai berikut:
a.       Terdapat kenaikan tingkat produksi
Dengan adanya penerangan yang cukup, para karyawan dapat melihat dan mengamati obyek pekerjaannya dengan lebih cermat dan cepat. Dengan demikian para karyawan perusahaan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan waktu yang lebih singkat pula. Dengan jumlah waktu kerja yang sama, maka unit output yang dihasilkan berarti akan menjadi lebih besar. Dengan demikian jumlah produksi dalam perusahaan secara keseluruhan menjadi bertambah besar, atau terdapat kenaikan tingkat produksi yang dilaksanakan dalam perusahaan.
b.      Terdapat perbaikan kualitas pekerjaan para karyawan
Dengan digunakannya sistem penerangan yang tepat pada masing-masing ruang kerja karyawan perusahaan, maka para karyawan perusahaan dapat melihat dan mengamati obyek pekerjaannya dengan lebih cermat. Kecermatan pengamatan ini  sangat diperlukan dalam upaya untuk dapat menaikkan tingkat kualitas kerja dari para karyawan perusahaan. Penerangan yang kurang memadai pada masing-masing ruang kerja karyawan dapat menimbulkan berbagai macam kesalahan yang tidak disengaja, sehingga kualitas kerja karyawan perusahaan mengalami penurunan. Dengan demikian sistem penerangan yang tepat untuk masing-masing ruang kerja karyawan dalam perusahaan dapat berpengaruh terhadap kenaikan kualitas kerja parab karyawan.
c.       Tingkat kecelakaan yang terjadi dapat berkurang
Pelaksanaan proses produksi dalam pabrik pada umumnya akan menuntut terdapatnya ketelitian dan kehati-hatian dari masing-masing karyawan di dalam pabrik. Sehubungan dengan hal ini, maka pemasangan tanda-tanda bahaya pada umumnya akan dicarikan lokasi yang tepat sehingga mudah terbaca oleh para karyawan perusahaan. Dalam keadaan semacam ini, jika tempat tanda bahaya tersebut tidak terdapat cukup sinar berakibat tanda bahaya tidak terlihat atau tidak terbaca oleh karyawan perusahaan. Maka manajemen perusahaan harus merencanakan penerangan yang tepat sehingga tanda bahaya dapat terlihat dan terbaca dengan jelas dan mudah oleh para karyawan. Sehingga para karyawan dapat berhati-hati jika berada pada daerah bahaya dan kecelakaan yang terjadi dapat dihindarkan atau ditekan menjadi sekecil-kecilnya.
d.      Terdapat kemudahan pengamatan dan pengawasan
     Dengan digunakannya sistem penerangan yang tepat dalam perusahaan yang bersangkutan, maka para karyawan perusahaan dapat mengadakan pengamatan dan pengawasan yang cukup cermat terhadap obyek pekerjaan yang dilakukan.
e.       Terdapat peningkatan gairah kerja para karyawan
Penerangan yang cukup pada raung kerja karyawan akan dapat menimbulkan dampak positif bagi para karyawan perusahaan. Dengan penerangan yang cukup maka ruang kerja dapat dijaga kebersihannya, karena pengotoran ruangan yang terjadi segera kelihatan. Mudahnya pengamatan, bersihnya ruang kerja serta tempat yang terang akan dapat menimbulkan gairah kerja bagi para karyawana perusahaan.
f.       Tingkat perputaran karyawan akan berkurang
Hubungan kerja yang baik akan semakin memperkokoh kesetiaan para karyawan kepada perusahaan, sehingga semakin lama para karyawan akan merasa bertanggung jawab penuh terhadap perusahaan, merasa bahwa perusahaan digunakan sebagai tempat menyandarkan diri untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya, sehingga tidak terfikir lagi untuk keluar dari perusahaan untuk mencari pekerjaan lain. Sehingga tingkat perputaran (turn over) dari para karyawan akan sangat kecil, karena para karyawan merasa senang dan puas bekerja di dalam perusahaan.
g.      Kerusakan barang dalam proses berkurang
Adanya sistem penerangan yang baik pada ruang kerja karyawan perusahaan akan dapat memudahkan pengamatan yang baik terhadap obyek pekerjaannya, mempertinggi gairah kerja para karyawan, mempertinggi kualitas kerja para karyawan, mengurangi tingkat kesalahan yang dilakukan oleh karyawan dan mengurangi kebosanan karyawan terhadap pekerjaannya.
h.      Biaya produksi dapat ditekan
Turunnya biaya per unit merupakan faktor yang sangat menguntungkan perusahaan, terutama dalam upaya penekanan biaya produksi dalam perusahaan. Hal ini ditambah dengan semakin baiknya kualitas kerja para karyawan perusahaan dan berkurangnnya kerusakan barang dalam proses akan dapat memperkecil biaya produksi per unit dalam perusahaan.
Sistem penerangan yang tepat mempunyai dua persyaratan utama, yang pertama adalah terdapatnya sinar yang cukup apada ruang kerja yang tidak menyilaukan para karyawan yang bekerja di dalamnya. Sedangkan yang kedua adalah terdapatnya distribusi cahaya yang merata, sehingga tidak terdapat kontras yang tajam dalam ruang kerja para karyawan tersebut.
a.       Sinar yang terang dan tidak menyilaukan
Sistem penerangan yang tepat akan dapat membuahkan sinar yang cukup terang dalam ruang kerja, tetapi tidak menyilaukan para karyawan yang bekerja di dalamnya. Keperluan akan terangnya sinar yang masuk ini akan berbeda-beda untuk jenis pekerjaan yang berbeda. Sinar yang masuk ini diusahakan agar tidak menyilaukan mata meskipun sinar ini harus cukup untuk menerangi ruang kerja. Sinar yang menyilaukan justru dapat menurunkan produktivitas kerja para karyawan perusahaan. Sehingga dalam penyusunan dari perencanaan sistem penerangan dalam perusahaan masalah cukupnya sinar masuk dan terdapatnya sinar yang tidak menyilaukan sangat perlu untuk diperhatikan oleh manajemen perusahaan.
b.      Distribusi cahaya yang merata
Pemerataan distribusi cahaya terhadap seluruh ruangan dalam perusahaan akan memudahkan para karyawan perusahaan untuk mengadakan penyesuaian mata, sehingga para karyawan tidak menderita kelelahan mata karena terdapat perbedaan sinar yang menyolok dari masing-masing ruang kerja yang ada dalam perusahaan. Perbedaan yang masih dapat dibenarkan adalah perbedaan kuat penerangan dari masing-masing ruang kerja yang disebabkan oleh persyaratan teknis dalam penyelesaian pekerjaan yang terdapat didalam ruangan tersebut.
3.      Sumber Penerangan
Manajer perlu mempertimbangkan efisiensi dalam penggunaan sumber penerangan serta pertimbangan biaya yang harus dikeluarkan dengan dipilihnya salah satu sumber penerangan tersebut.
Secara umum, penerangan yang dapat dipergunakan dalam perusahaan ini ditinjau dari sumbernya akan dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu penerangan alami dan buatan. Penerangan alami adalah sistem penerangan yang dilaksanakan dengan memanfaatkan sinar matahari atu merupakan penerangan dengan mempergunakan energi lain yang dipersiapkan untuk sistem penerangan tersebut. Ditinjau dari segi biaya untuk penerangan, biaya untuk penerangan alami akan relatif murah. Namun penerangan alami ini akan terpengaruh oleh cuaca, sehingga kadang-kadang sinar yang masuk tidak memadai untuk proses produksi. Oleh karena itu pada umumnya di dalam ruang kerja dipergunakan penerangan alami untuk penerangan utama yang kemudian dilengkapi dengan penerangan buatan.
Penerangan buatan dapat dilakukan dengan lampu minyak atau lampu listrik. Penggunaan lampu minyak biasanya digunakn pada perusahaan kecil tradisional, yakni pada daerah pelosok yang belum terjangkau listrik. Sistem penerangan ini umumnya hanya sebagai penunjang saja. Untuk perusahaan-perusahaan menengah, pada umumnya penggunaan lampu minyak ini akan dipergunakan sebagai cadangan apabila arus listrik tiba-tiba terputus.
Lampu listrik yang sering digunakan dalam perusahaan ini antara lain lampu pijar, lampu TL, dan lampu mercury. Lampu pijar akan dipergunakan oleh perusahaan karena harganya yang murah, pemeliharaannya yang mudah, kualitas sinar yang cukup memadai dan tidak perlu waktu tunggu saat dinyalakan. Namun tingkat efisiensi yang tidak begitu tinggi serta pendeknya umur ekonomis selayaknya juga perlu dipertimbangkan.
Tingkat efisiensi yang tinggi dari lampu TL serta jernihnya sinar yang dihasilkan akan dapat menunjang pelaksanaan proses produksi. Namun perlu diingat di dalam pemasangan lampu TL untuk ruang kerja ini pada umumnya akan dipasang berpasangan. Pemasangan semacam ini mempunyai tujuan untuk mengurangi efek getaran sinar yang ditimbulkan oleh lampu TL tersebut. Harga lampu TL relatif mahal namun umur ekonomisnya relatif lebih panjang.
Pemasangan sumber sinar dapat mempengaruhi efektifitas penyinaran terhadap obyek pekerjaan masing-masing karyawan. Dalam hal pemasangan sumber sinar ini terdapat lima cara yang berbeda, antara lain:
  • a.       Penerangan langsung, yakni langsung dari sumber sinar terhadap obyek,intenitas cahaya 90-100% di bawah sumber, dan 0-10% di atas sumber.
  • b.      Penerangan setengah langsung, yakni penyebaran sinar 60-90% untuk area bawah, sedangkan atas berkisar antara 10-40%.
  • c.       Penyebaran merata, merupakan penerangan dengan pancaran sinar yang merata ke dalam seluruh ruangan.
  • d.      Penerangan setengah tidak langsung, merupakan pembauran sinar yang pada ummnya sumber sinar akan diarahkan kepada langit-langit ruangan dan daripadanya akan terdapat pembauran sinar tersebut. Distribusi penerangan 60-90%di atas dan 10-40% di bagian bawah.
  • e.       Penerangan tidak langsung, proporsi sinar di atas sumber berkisar 90-100%, sedang di bawah 0-10%.

4.        Suhu Udara
Suhu udara ruang kerja para karyawan perusahaan akan ikut mempengaruhi produktivitas kerja para karyawan. Suhu yang terlalu panas bagi para karyawan perusahaan ini akan dapat menjadi penyebab turunnya gairah kerja para karyawan tersebut.
Beberapa jalan yang dapat digunakan oleh manajemen perusahaan di dalam rangka pengaturan suhu udara dalam ruang kerja para karyawan dari perusahaan yang bersangkutan tersebut anatara lain:
a.       Ventilasi yang cukup pada gedung pabrik
Apabila pabrik yang didrikan oleh perusahaan yang bersangkutan ini dilengkapi dengan ventilasi udara yang cukup, maka pertukaran udara yang memadai akan dapat diharapan terjadi pada masing-masing ruang kerja para karyawan, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik. Biaya untuk pemasangan ventilasi relatif murah dan hanya dikeluarkan pada saat pembangunan.
b.      Pemasangan kipas angin
Untuk membantu proses terjadinya pertukaran udara yang cukup di dalam ruang kerja par karyawan perusahaan ini, maka umumnya perusahaan akan memasang kipas angin dalam ruang kaerja mereka. Biaya untuk pemasangannya relatif kecil namun memerlukan biaya operasional.
c.       Pemasangan air conditioning
AC dapat digunakan untuk pengaturan udara dan kelembapan udara. Biaya pemasangan serta biaya operasional dari alat ini cukup tinggi akan menyebabkan kebanyakan perusahaan kecil dan menengah tidak mempergunakannya. Namun bagi perusahaan besar hal ini mungkin sudah biasa.
d.      Pemasangan humidifier
Peralatan yang lain dapat dipergunakan dalam usaha untuk mengatur suhu udara dan kelembapan ini adalah humidifier. Dengan alat ini maka kelembapan udar di dalam ruang kerja tersebut akan dapat disesuaikan denn kebutuhan pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan yang bersangkutan.
5.        Suara Bising
Di dalam pelaksanaan proses produksi dari suatu perusahaan, maka pada umumnya akan terdapat suara bising dari mesin dan peralatan produksi yang digunakan di dalam perusahaan yang bersangkutan. Suara bising yang terus-menerus sebenarnya akan dapat menurunkan kesehatan para karyawan yang bekerja di dalam perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena itu penanggulangan terhadap suara bising ini sangat perlu untuk dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan yang bersangkutan di dalam perencanaan kondisi kerja untuk para karyawan perusahaan pada khususnya, serta perencanaan lingkungan kerja pada umumnya.
Adapun beberapa metode yang dapat digunakan untuk pengaturan dan pengendalian suara bising yang terdapat di dalam perusahaan tersebut antara lain :
a.       Pengendalian sumber suara
Pengurangan suara dari mesin dan peralatan produksi yang ada dan dipergunakan di dalam perusahaan yang bersangkutan akan dapat dilaksanakan dengan jalan mengadakan pemeliharaan yang baik dan teratur terhadap mesin dan peralatan tersebut. Selain itu, pengawasan terhadap bekerjanya pipa gas buang dari mesin-mesin perusahaan sangat diperlukan pula.
b.      Isolasi dari suara
Di dalam beberapa hal, suara bising yang ditimbulkan oleh mesin dan peralatan yang digunakan tersebut dapat diisolir di dalam ruang mesin yang bersangkutan. Isolasi suara ini dapat dilaksanakan dengan menutup rapat ruang mesin tersebut dengan dinding tembok yang cukup kuat dan rapat, sehingga suara yang ditimbulkan oleh mesin yang bekerja di dalam ruang tersebut dapat diisolasi dengan baik. Dengan tertutup rapatnya ruangan tersebut, maka tidak boleh dilupakan untuk memberikan saluran gas buang yang cukup baik bekerjanya, keluar dari ruangan mesin tersebut dikarenakan penumpukan gas buang pada ruang mesin tersebut sangat membahayakan karyawan yang bekerja di dalam ruang tersebut.
c.       Penggunaan peredam suara
Peredam suara yang dipasang di dalam ruang kerja para karyawan (terutama pada karyawan bagian administrasi) ini akan menyerap getaran suara dan tidak memantulkannya. Peredam suara ini pada umumnya akan dipasang pada setiap dinding ruangan tersebut akan dapat teredam dengan baik dan tidak dipantulkannya kembali oleh dinding-dinding ruang kerja tersebut.
d.      Penggunaan sistem akustik
Dengan pemasangan sistem akustik ini, maka akan terdapat perubahan-perubahan kecil dari perencanaan ruang dilihat dari kepentingan mesin dan peralatan produksi yang digunakan. Hal ini disebabkan karena susunan ruangan yang akan dibuat dalam hal ini ditambah dengan pertimbangan minimisasi dampak suara yang ditimbulkan oleh mesin dan peralatan yang digunakan di dalam perusahaan.
e.       Pemakaian alat perlindungan telinga
Di dalam sebuah perusahaan, akan terdapat beberapa ruangan tertentu yang mau tidak mau akan terdapat suara bising di dalam ruang tersebut. Untuk menghindarkan diri dari dampak negatif yang akan diderita oleh para karyawan yang bekerja di ruang tersebut, maka pada umumnya para karyawan yang bersangkutan akan dilengkapi dengan alat perlindungan telinga yang harus digunakan apabila para karyawan masuk ke dalam ruangan tersebut.
6.        Penggunaan Warna
Masalah penggunaan warna di dalam ruang kerja para karyawan perusahaan pada umumnya belum mendapatkan perhatian dengan semestinya oleh manajemen perusahaan yang bersangkutan. Pemilihan warna yang cerah atau yang gelap belum tentu akan menaikkan atau menurunkan produktifitas kerja para karyawan perusahaan yang bersangkutan.
Pedoman di dalam pemilihan warna yang digunakan di dalam ruang kerja dalam perusahaan yang bersangkutan adalah:
Perkiraan Pemantulan Sinar dari Warna yang Digunakan
No
Permukaan
Warna
Pemantulan (+/-)
1
2

3

4

5
Atap/ langit-langit
Dinding atas

Dinding bawah

Dasar tempat kerja

Lantai
Putih
Hijau muda
Kuning muda
Hijau tua
Kuning tua
Hijau sedang
Kuning sedang
..................
75% - 80%
50% - 55%

25% - 35%

30% - 40%

10% - 20%
Pada dasarnya pemilihan warna yang dilaksanakan oleh manajemen perusahaan ini mempunyai tujuan untuk dapat lebih memperjelas pengamatan para karyawan perusahaan tersebut kepada obyek pekerjaanya.
7.        Ruang Gerak yang Diperlukan
Agar para karyawan perusahaan ini dapat leluasa bekerja dengan baik, maka ruang gerak dari para karyawan perlu diberikan di dalam besar ruangan yang memadai. Pada umumnya di dalam suatu perusahaan tersebut tidak diinginkan adanya penurunan produktifitas kerja yang dikarenakan oleh terlalu sempitnya ruang gerak para karyawan atau juga terjadinya pemborosan ruangan di dalam perusahaan tersebut.
Untuk menyusun ruang gerak yang tepat bagi para karyawan perusahaan tersebut, berikut disajikan gambar-gambar yang diperkirakan dapat membantu di dalam penyusunan ruang gerak tersebut. Bagan 42 dan 43 berikut ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan di dalam penyusunan ruang gerak para karyawan.
8.      Keamanan Kerja
Pada umumnya perencanaan keamanan kerja yang disusun untuk suatu perusahaan akan berhubungan erat dengan layout pabrik yang digunakan di dalam perusahaan yang bersangkutan. Keamanan kerja para karyawan ini tergantung pada mesin dan peralatan produksi yang digunakan perusahaan, maka ruang gerak yang disediakan untuk para karyawan di dalam perusahaan juga akan berpengaruh. Ruang gerak yang cukup serta keamanan penggunaan mesin dan peralatan produksi akan dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja di dalam perusahaan.
Faktor yang menjadi penyebab terhadap turunnya tingkat keamanan kerja yang harus diperhatikan oleh manajemen perusahaan yang bersangkutan antara lain:
a.       Tidak cukupnya ruang gerak yang diperlukan oleh para karyawan pada tempat kerja karyawan yang bersangkutan.
b.      Tidak kuatnya daya tahan dari lantai yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan proses produksi.
c.       Tidak tersedianya alat pemadam kebakaran di dalam jumlah yang memadai.
d.      Tempat kerja para karyawan perusahaan tersebut merupakan daerah bahaya.
e.       Terdapatnya beberapa gangguan proses produksi yang dikarenakan oleh rusaknya lantai pabrik.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright © Reference. Template created by Volverene from Templates Block
lasik surgery new york and cpa website solutions
WP theme by WP Themes Expert